Senin, 02 September 2019

Konstruksi, Yang Mencintai Lingkungan!



Bangunan berkelanjutan, bangunan hijau, konstruksi hijau atau sekadar "going green" adalah konsep tentang konstruksi ramah lingkungan. Ini melibatkan penerapan praktik dan teknologi yang ramah lingkungan, mulai dari konstruksi, hingga hunian, pemeliharaan, renovasi, dan akhirnya pembongkaran. Konsep ini pertama mulai meningkat di tahun 70-an ketika kekhawatiran mengenai dampak berbahaya dari industri konstruksi pada lingkungan, dan sumber dayanya, mulai tumbuh.

Meskipun tidak ada perjanjian internasional yang tersedia tentang pengurangan karbon dan konstruksi ramah lingkungan, ada organisasi yang hadir yang bekerja untuk keberlanjutan sumber daya alam, pengurangan racun, daur ulang, pengurangan limbah dan penerapan praktik hemat energi dll, seperti EPA di AS . EPA mengharuskan industri konstruksi untuk merancang dan membangun bangunan dengan bahan dan metode yang ramah lingkungan. Ini bukan satu-satunya alasan mengapa industri konstruksi mulai mengikuti tren hijau. Banyak perusahaan dan individu yang peduli lingkungan mulai menekankan pada bangunan hijau, ketika melakukan proyek konstruksi atau renovasi baru di rumah mereka, properti komersial atau tempat kerja. Ini adalah pertanda yang sangat baik karena mendidik dan mendorong industri konstruksi untuk bekerja mengembangkan teknik-teknik bangunan berkelanjutan baru. Kebutuhan akan hijau semakin dekat karena sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa lapisan Ozon telah terkuras hingga 40%, yang mengkhawatirkan.

Prinsip-prinsip dasar bangunan berkelanjutan dalam proyek konstruksi baru dan properti yang jasa renovasi ruko dipasang meliputi:

· Penggunaan lahan, air, energi, dan sumber daya lainnya secara efisien.
· Meningkatkan kesehatan semua orang yang tinggal di gedung.
· Menyediakan lingkungan yang bersih untuk meningkatkan kinerja karyawan.
· Mengurangi polusi dan emisi limbah lainnya di lingkungan.
· Mendidik masyarakat tentang kebutuhan dan manfaat bangunan hijau.
· Menggunakan bahan-bahan lokal dan tenaga kerja untuk menghindari biaya transportasi yang dibawa dari kota dan daerah lain.

Tidak hanya penting untuk mendapatkan metode untuk bertindak hijau, itu juga penting untuk menggunakan sumber daya saat ini dengan cara yang cerdas dan efisien.

Efisiensi air:

Dua pertiga Bumi terdiri dari air, tidak semuanya siap digunakan. Dibutuhkan banyak kerja dan energi untuk membuat air dapat digunakan yang berarti ada kekurangan air dan oleh karena itu, kita perlu menggunakannya secara efisien. Cara populer untuk menjaga kualitas air dan mengurangi penggunaannya adalah dengan menggunakan sistem pipa ledeng ganda, yang mendaur ulang air dengan setiap siraman toilet. Pancuran dengan aliran rendah dan toilet dengan aliran rendah juga dapat meningkatkan efisiensi air selama siklus hidup suatu bangunan.

Efisiensi energi:

Ada banyak cara untuk menggunakan energi secara efisien. Beberapa metode sederhana adalah dengan menggunakan warna-warna cat terang pada bagian luar dan dalam bangunan. Warna cahaya eksterior akan memantulkan sinar matahari dan sebagai hasilnya interior bangunan akan tetap dingin mengurangi kebutuhan pendingin udara dan semacamnya. Warna lampu interior juga akan membantu memantulkan cahaya alami, yang akan mengurangi biaya dan kebutuhan penerangan listrik. Sistem isolasi modern juga dapat dipasang di dinding dan lantai untuk menggunakan energi secara efisien. Bangunan dapat dirancang dengan cara bangunan surya pasif yang menggunakan jendela dan dinding untuk membantu menaungi properti di musim panas dan memberikan cahaya alami di musim dingin. Cara lain untuk menggunakan energi secara efisien adalah tenaga surya, tenaga air dan tenaga angin dll.

Efisiensi bahan:

Menggunakan bahan yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali adalah bagian penting dari jasa renovasi restoran bangunan berkelanjutan. Ini melibatkan penggunaan bahan-bahan alami seperti bale jerami, tanah liat dan bambu untuk konstruksi atau renovasi bangunan.

Pengurangan limbah:

Tempat sampah kompos adalah cara yang bagus untuk mengurangi emisi limbah oleh penghuni atau tenaga kerja di sebuah gedung. Pengurangan limbah juga dapat dicapai dengan mendaur ulang limbah menjadi pupuk. Penggunaan air sebagai pengganti tisu juga dapat mengurangi limbah yang terjadi di tempat pembuangan sampah. Beberapa teknik pengurangan limbah yang sangat canggih juga bisa diterapkan, tetapi mungkin sedikit mahal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar